Showing posts with label jazz. Show all posts
Showing posts with label jazz. Show all posts

5.12.08

Are You Ready For Java Jazz?

Wooww, tanpa terasa Java Jazz akan datang dalam 3 bulan, bersiap-siaplah. Gw sendiri masih kena fevernya Jakjazz yang gila bgt, dan dapat dipastikan gw akan ntn Java Jazz.

So, gw research ke javajazzfestival.com
dan mendapatkan beberapa info:

1. Ada kemungkinan Jason Mraz datang
2. Ada kemungkinan George Benson
3. Harga early bird yang sangat murah, 500 rb untuk 3 day pass
4. Dan 195 rb untuk 1 day pass

harga special show belum ada, tapi akan ada dalam waktu dekat, so keep updating

29.11.08

JakJazz 08 Day 1


Halo-halo, kemaren gw baru aja nonton jakjazz 2008 dan inilah liputan dari gw

Okay, gw hadir pada Day 1 jakjazz dan artis yg gw tonton adalah:

- Vidi Aldiano
- Maliq & D'essentials
- Tompi
- Salamander Big Band
- Binus Jazz Sociates
- Funk Section

Kita mulai dari awal

gw pulang sekolah pukul 15.00 langsung nebeng mobil temen gw rehan, kita pulang dulu ke rumahnya, ngambil saudaranya dan kita pergi ke istora senayan. Di dalam mobil berisi gw, rehan, saudaranya yg bernama bondan, dan adeknya yang bernama Dimas. Kita mempunyai kesamaan, sama2 tidak punya tiket, tapi itulah gunanya calo.

Kita sampa di istora sekitar 18.30, dan kita dikejar-kejar oleh calo, namun dengan sukses kita bisa meninggalkan dia (soalnya dia ditangkep satpam). Kita beli tiket di Ticket Box, seharga 300 rb/org.

Masuk ke dalam arena, kita foto2 dulu, dan rehan langsung nyari toilet. Bondan yang notabene org pekanbaru langsung kalep ngliat merchandise booth. Gw dan Dimas ngikut aja. Sialnya gw dan Dimas dimarahin gak boleh masuk merchandise booth karena dibawah 18 tahun. Padahal Bondan berumur 16 tahun badannya aja gempor jadi gak ketauan. Kenapa harus 18+ karena sponsornya adalah merk rokok dan mereka takut dengan urusan media dan segalanya.

Trus, akhirnya kita ntn 1st show kita. Salamande big band, namanya big band, bandnya emang gede bgt uda kayak orkestra, keren dah pokoknya. 

Lalu kita naek ke bagian indoor stadiumnya, disitu ada Vidi Aldiano, dia adalah new star dan baru rilis album minggu lalu, tampangnya mirip Baim Wong. Keliatan bgt dia sebagai pemula, tidak dapat menguasai panggung, tapi gw cukup salut saat dia featuring Rio Sidik dan Tohpati menyanyikan lagu "Jejak Langkah" keren bgt, sisanya biasa aja.

Lalu pukul 20.30 gw pergi ke Amphitheatre, tempat maliq akan bermain pukul 21.00. Sialnya disitu uda rame bgt, padahal masih soundcheck. Sambil nunggu gw makan dulu. Tepat pukul 21.00, maliq main, dan gebleknya rame bgt. Menurut sumber yg gw dapet, 2 ribu orang ntn maliq, padahal disaat yg bersamaan Ray Harris dan Fusion Experience lagi main di main hallnya. Gila, org inggris kalah pamor ma Maliq. But it's worthed. Maliq gila bgt, dari semua hal mereka memang mantep, dan ini adalah, IMO, Best Performancenya Maliq yg pernah gw tonton, ini list lagu mereka:

Tandanya-Terdiam-Kau Yang Bisa
R U In the mood-The One
De Javu-Free Ur Mind-Funk Flow
Hadirmu
Mata Hati & Telinga
Dia
Heaven
Blow My Mind-Kangen

- : berarti lagunya digabung, dan inilah yg bikin performance mereka keren, new arransemen, stage act gila2an, dan everything.

Anak2 twentyfirst night yg ntn mereka sampe pada bengong. Stage act maliq di antaranya adalah diam ditengah lagu, nendang angin brg2 (sound silly, tp keren bgt), lompat brg, muter brg, nendang ke belakang brg, dll. Keren bgt, dan itu adalah best show at the night.

Abis itu karena kecapekan kita duduk dulu, maklum gw ada di paling depan pas maliq maen, uda ngecharge tenaga, gw siap2 bwat Tompi. Sama seperti maliq, 1 jam sebelum mulai maen, uda rame bgt. Tapi mereka telat dari schedule saat main. 

Tompi terlihat sangat mendominasi bandnya, satu band mempunyai skill, dan semuanya dilakukan secara spontan, tidak terlihat seperti sudah latihan.

Satu hal yg seru, Tompi ngebawain lagu ST 12 yg PUSPA, which is very good, tapi tetep Best Show dipegang oleh Maliq.


30.8.08

Twentyfirst night

Satu lagi band yang siap mewarnai belantika musik Indonesia. Twentyfirst night hadir dengan pop yang dibalut jazz. Menurut gw musik mereka cukup berbeda. Nada dan arransemen mereka berbeda dengan band yang mirip dengan mereka seperti RAN dan Maliq. Ngomong2 Maliq, Maliq sendiri adalah produser dari twentyfirst night. Album pertama mereka yang berjudul Diatas Awan, gw bilang sangat brilian karena tidak ada lagu yang tidak enak. Overall, dapat gw bilang ada satu lagi band berkualitas di Indonesia dan album sangat wajib untuk dibeli. Singlenya adalah Tergila, tapi gw bilang semua lagu punya potensi untuk menjadi single

Jazz di Indonesia

Baru-baru ini gw mengikuti sebuah kompetisi band sma yang diselenggarakan oleh sebuah bank yang cukup terkenal. Kompetisi itu sendiri diikuti oleh 8 sekolah, termasuk sekolah gw Madania. Satu trend yang gw liat dari kompetisi itu adalah 90% lagu mereka adalah lagu beraliran jazz. Hanya sekolah gw dan satu sekolah lagi yang berani bermain rock. Dari sini gw menyimpulkan bahwa Indonesia memang sedang dilanda demam jazz.

Kalau diliat lagi, festival jazz seperti Java Jazz atau JakJazz sangat diminati. Ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia mulai menggemari Jazz. Mungkin dalam 1-2 tahun kedepan aliran pop/rock yang mendominasi akan mulai tergeser dengan kehadiran jazz. Mungkin tidak langsung pure jazz tapi lebih kepada pop/jazz atau Nu-Jazz. Karena bagaimanapun Indonesia memang didominasi pop sejak dahulu kala, hanya saja pop selalu dibumbui aliran lain.

Begitu juga band Indonesia berlabel Major, mulai ada beberapa band yang berani mengambil aliran tersebut. Bila dulu mungkin ada Indra Lesmana, Mus Mujiono dan beberapa lainnya, sekarang mungkin masyarakat lebih mengenal Maliq & D’essential, RAN, atau Tompi. Tapi sebenarnya masih lebih banyak lagi, hanya saja mereka tidak terspotlight, media lebih gemar menayangkan band pop/rock dengan lirik sendu.

Karena gw sendiri pemerhati jazz sehingga gw tahu bahwa masih lebih banyak lagi band jazz di Indonesia. Soulvibe, Urbanvibe, Ari, Bibus, Aditya, Abdul, dan bahkan yang terbaru adalah twentyfirst night. Menurut gw musik mereka jauh lebih berkualitas dibanding band sekarang. Tapi itulah yang menjadi concern gw, mereka kurang mendapat spotlight, sehingga potensi yang ada di mereka kurang tergali. Kita harap saja, masyarakat dapat menilai musik dari kualitas dan tidak sebatas lirik cinta
Powered By Blogger